
Denpasar – Surya Dewata
Kemacetan lalu lintas menjadi salah satu persoalan yang paling dirasakan masyarakat Kota Denpasar dalam aktivitas sehari-hari.
Meningkatnya mobilitas warga seiring pertumbuhan sektor ekonomi, pendidikan, dan pariwisata belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, tata kelola transportasi, serta kesadaran berlalu lintas.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan perjalanan masyarakat, tetapi juga memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup warga perkotaan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Denpasar menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Kemacetan Kota Denpasar: Tantangan Urban dan Solusi Kolaboratif”, yang akan digelar pada Kamis (26/2/2026) di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker dalam kegiatan ini.
Diskusi publik ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman, keresahan, sekaligus gagasan solusi terkait persoalan kemacetan yang semakin kompleks di Kota Denpasar.
Empat narasumber dari unsur pemerintah, kepolisian, dan akademisi turut dihadirkan, yakni Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar Ketut Sriawan, Kasat Lantas Polresta Denpasar Yusuf Dwi Admodjo, Guru Besar Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. Ar. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI., serta Guru Besar Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar yang jatuh pada 27 Februari 2026. Melalui forum ini, SMSI Kota Denpasar ingin berkontribusi dalam mendorong diskursus publik yang sehat, solutif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Momentum HUT Kota Denpasar diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga refleksi bersama dalam menentukan arah pembangunan kota serta peningkatan kualitas hidup warga di masa depan.
Melalui diskusi publik ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif sekaligus lahir gagasan-gagasan aplikatif yang dapat menjadi masukan bagi para pemangku kebijakan, sekaligus memperkuat peran media sebagai jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah. (*)
