Kunjungan Wisata ke DTW Jatiluwih Turun 80% Pasca Polemik Tata Ruang, Pasokan Air Irigasi Hingga Jembatan

Denpasar – Surya Dewata

Kunjungan wisata turun hingga 80% pasca polemik yang memicu aksi petani Jatiluwih memasang seng di areal sawah mereka.
Penurunan tamu di bulan Desember sangat signifikan.

John Purna berharap, kondisi itu tidak terulang lagi karena dampaknya untuk pengelola wisata sangat merugikan.

Menjelang akhir tahun 2025, persoalan tata ruang di situs warisan budaya dunia UNESCO itu menghadapi tekanan berat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pengelola DTW Desa Jatiluwih, John Ketut Purna pada saat menghadiri rapat dengan Pansus TRAP di gedung DPRD provinsi Bali,
Kamis, 08/012026.

“Saya perlu waktu paling tidak tiga bulan sampai enam bulan untuk memulihkan situasi, karena Jatiluwih sudah terlanjur diblacklist, untuk tidak dijual oleh hold seller yang besar di Prancis dan Jerman,” kata John Purna.

Lanjutnya, ermasalahan DTW Jatiluwih bukan hanya tata ruang di areal situs warisan budaya dunia , tetapi juga alih fungsi lahan basah menjadi lahan kering dan kondisi tanah longsor yang terabaikan sejak 2019.

Pasokan air ke sawah petani berkurang akibatnya lahan menjadi kering dan tidak produktif.

“Alih fungsi lahan petani di Jatiluwih bukan untuk keperluan bisnis semata. Hektaran sawah kekurangan sumber air,” kata John Purna

Pasokan air dari sumber yang ada sekarang tidak mampu memenuhi pasokan pengairan yang dibutuhkan petani. Untuk irigasi perlu dibuatkan infrastruktur semacam bendungan.

Dengan begitu, supply air akan meningkat dua kali lipat. Dirinya memperkirakan, biaya untuk membuat tangkapan air sekitar Rp500 juta.

“Saya minta tolong juga kepada Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSB), sebenarnya sumber air di Jatiluwih bisa dibuat dua kali lipat dari sekarang, kalau kita bisa membuat sejenis bendungan, kecil saja,” ujarnya.

Kondisi lain yang nyaris terlupakan dari polemik tata ruang di DTW Jatiluwih adalah infrastruktur jembatan yang menghubungkan ke Monumen UNESCO.

Jembatan lama tertimbun longsor bahkan tidak bisa dilalui dan hingga sekarang belum ada perbaikan. kondisi itu mengganggu aktifitas petani.

“Panjang longsornya hampir 36 meter dan kami sudah memanggil jasa untuk membuat jembatan, itu pos anggaran nya hampir Rp 44,8 miliar,” kata John Purna.

“Mohon bantuannya ke BWSBP, pansus Trap. Saya mohon untuk segera dibuatkan jembatan, yang kedua dibuatkan bendungan dari Yeh Gembrong,” tambahnya.

Related Posts

Qonaqlar kazinonun mobil proqramından istifadə edərək Pin Up casino hədis avtomatında əylənə bilərlər. pin up Bonus 72 saat ərzində mərc edilməlidir. avtomatik olaraq Onların əsl üstünlüyü əsl kazino atmosferini coşğunluq etmək imkanıdır. pin-up casino giriş Hesabınızın Kassir bölməsində valyuta ödənişlərini edə bilərsiniz. pin up apk