Suara Penglingsir Bali Menguat, Negara Diminta Tuntaskan Bandara Internasional di Buleleng

Caption : Para Penglingsir Puri Sejebag Bali diterima Calon Presiden Prabowo Subianto, Jakarta 13 Februari 2024.

Buleleng – Surya Dewata

Menjelang berakhirnya kalender 2025, para penglingsir puri di Bali kembali menyuarakan tuntutan moral kepada negara agar segera merealisasikan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.

Seruan ini disampaikan sebagai refleksi atas perjalanan panjang perjuangan masyarakat Bali Utara yang hingga kini masih menanti kehadiran infrastruktur strategis tersebut. AA Ngurah Ugrasena, Penglingsir Puri Agung Singaraja, menyebut momentum akhir tahun sebagai waktu yang tepat untuk mengingatkan kembali janji negara yang telah disampaikan secara terbuka.

Ia mengenang pertemuan para penglingsir di Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar, pada pertengahan September 2025 sebagai titik penting konsolidasi suara adat Bali. Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat itu, para penglingsir dari berbagai wilayah hadir membawa aspirasi masyarakat, khususnya dari Buleleng dan kawasan Bali Utara, yang telah lama merasakan ketimpangan pembangunan.

Sebanyak tiga belas penglingsir yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali sepakat menyampaikan pesan tegas kepada Presiden Prabowo Subianto agar komitmen pembangunan bandara tidak kembali terhenti di tataran wacana.

Menurut para penglingsir, dasar hukum pembangunan Bandara Internasional Bali Utara sudah sangat jelas. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029 secara eksplisit mencantumkan proyek tersebut dengan lokasi di kawasan pesisir Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Regulasi yang ditandatangani Presiden Prabowo pada Februari 2025 itu dipandang sebagai bentuk legitimasi negara yang tidak seharusnya diperdebatkan kembali.

Penglingsir Puri Agung Peliatan sekaligus Ketua Harian P3SB, Tjokorda Putra Nindya, menegaskan bahwa masyarakat Bali Utara tidak lagi membutuhkan diskursus baru terkait lokasi maupun urgensi bandara. Ia menilai, yang paling dinantikan saat ini adalah kepastian waktu pelaksanaan dan dimulainya pekerjaan fisik di lapangan sebagai tanda bahwa negara benar-benar hadir. Tanpa langkah konkret, menurutnya, rasa percaya masyarakat akan terus tergerus.

Para penglingsir memandang bandara di Bali Utara sebagai kunci untuk membuka keseimbangan pembangunan Pulau Bali yang selama puluhan tahun bertumpu di wilayah selatan. Ketimpangan tersebut tercermin dari dominasi Denpasar, Badung, dan Gianyar dalam menyumbang Produk Domestik Regional Bruto Bali, sementara wilayah utara tertinggal jauh. Kondisi ini berdampak pada kesenjangan ekonomi, minimnya kesempatan kerja, serta tekanan lingkungan yang semakin berat di Bali Selatan. Kehadiran bandara baru diyakini dapat memicu pertumbuhan pusat ekonomi baru sekaligus mendorong penyebaran pariwisata yang lebih merata.

Dari sisi pembiayaan, para penglingsir menegaskan bahwa proyek Bandara Internasional Bali Utara tidak akan membebani keuangan negara. Skema investasi dirancang sepenuhnya melalui pendanaan swasta, termasuk dari investor luar negeri. Dengan model tersebut, pembangunan dinilai dapat berjalan lebih cepat tanpa mengganggu alokasi anggaran pemerintah.

AA Ngurah Ugrasena menilai tidak ada alasan logis untuk menunda proyek ketika investor telah menyatakan kesiapan dan payung hukum telah tersedia.

Meski demikian, para penglingsir menyoroti munculnya pernyataan dari sejumlah pejabat daerah yang menyebut lokasi bandara masih belum final. Pernyataan semacam itu dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan publik dan melemahkan kepercayaan investor.

Pengamat ekonomi Putu Suasta mengingatkan bahwa ketidakpastian kebijakan merupakan hambatan utama bagi investasi berskala besar, terlebih untuk proyek strategis dengan nilai triliunan rupiah. Menurutnya, membuka kembali opsi lokasi lain sama artinya dengan mengulang proses panjang yang telah dilalui selama bertahun-tahun.

Para penglingsir juga mengingatkan bahwa dukungan Presiden Prabowo terhadap bandara Bali Utara telah disampaikan jauh sebelum ia menjabat sebagai kepala negara. Pada Februari 2024, saat masih menjabat Menteri Pertahanan dan berstatus calon presiden, Prabowo menerima para penglingsir Bali di Jakarta dan menyatakan dukungannya terhadap pembangunan bandara baru sebagai solusi atas keterbatasan Bandara I Gusti Ngurah Rai serta sebagai instrumen pemerataan pembangunan Bali.

Kesiapan pelaksanaan proyek turut ditegaskan oleh PT BIBU Panji Sakti sebagai penggagas pembangunan bandara. Pihak manajemen menyatakan bahwa aspek teknis dan pendanaan telah dipersiapkan, kesepakatan dengan investor telah ditandatangani, dan proses administrasi terkait penetapan lokasi terus berjalan.

Target operasional runway pertama diproyeksikan dapat tercapai pada 2028.
Menutup pernyataannya, para penglingsir menegaskan bahwa tuntutan ini bukan dilandasi kepentingan politik, melainkan tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan dan masa depan Bali.

Mereka menyatakan keyakinan bahwa Presiden Prabowo akan menepati komitmennya, dan Bali Utara siap menjadi poros pertumbuhan baru yang membawa manfaat bagi seluruh Pulau Bali dan Indonesia.

Editor – Ray

Related Posts

Qonaqlar kazinonun mobil proqramından istifadə edərək Pin Up casino hədis avtomatında əylənə bilərlər. pin up Bonus 72 saat ərzində mərc edilməlidir. avtomatik olaraq Onların əsl üstünlüyü əsl kazino atmosferini coşğunluq etmək imkanıdır. pin-up casino giriş Hesabınızın Kassir bölməsində valyuta ödənişlərini edə bilərsiniz. pin up apk