Berawal dari Soju Korea, Lahirlah Teh Beras Merah di Tabanan

Minuman khas Korea, Soju. Photo courtesy: detikFood

SuryaDewata[Tabanan] Bukan tanpa cerita, ada yang memantik Made Yasdana untuk mengolah buah Tibah dan beras merah, menjadi minuman kesehatan alami yang bisa dikonsumsi semua kalangan, kapan saja.

Semua berawal dari kunjungannya ke Korea Selatan pada Maret 2019 silam. Pada momen tertentu beliau disuguhkan minuman khas lokal bernama Soju. Bukan hanya untuk diminum disana, beliau melihat banyak wisatawan yang malah membeli Soju sebagai buah tangan. “Hampir bisa dipastikan para wisatawan yang berkunjung ke Korea akan membeli Soju sebagai oleh – oleh,” terangnya ringkas.

Seiring aliran Soju yang segar, mengalir di kerongkongannya, Made berpikir untuk melakukan hal serupa di tanah leluhurnya. Ia bermimpi untuk membuat produk lokal yang bisa memberikan ‘efek kejut’ setara Soju.

Bukan hanya untuk para turis, beliau juga melihat kebutuhan akan minuman segar untuk kegiatan Panca Yadnya (berbagai upacara keagamaan di Bali, Red) juga belum tergarap. Selama ini, menurut beliau, para pemedek (umat) hanya disuguhkan air kemasan dari berbagai merek. Belum ada yang menyediakan produk khas lokal, apalagi produknya alami dan juga sehat.

Rujak Tibah dan Teh Beras Merah hasil karya Made Yasdana

Alhasil, semesta yang Maha baik menjawab mimpi beliau, lahirlah Teh Beras Merah dan Rujak Tibah. Hebatnya lagi, kedua produk tersebut juga diadopsi dari kondisi lingkungan tempat tinggalnya.

Misalnya, Teh Beras Merah dibuat karena ketersediaan bahan baku yang melimpah di desanya. Orang tua beliau sendiri merupakan petani padi, dan mereka terbiasa mengkonsumsi beras merah sejak kecil.

Namun lacur, ketersediaan yang melimpah membuat harga beras merah terjun bebas. Guna menjaga kestabilan harga, beliau berpikir untuk membuat olahan berbahan baku beras merah. Faktor ini juga yang turut andil akan lahirnya Teh Beras Merah kekinian.

Di lain pihak, Rujak Tibah melalui perjalanan yang tidak jauh berbeda. Made memiliki lahan yang cukup luas di belakang rumahnya. Disana pula tumbuh beberapa pohon Tibah yang selalu berbuah lebat. Selama ini buahnya rontok karena ranum, hampir tanpa manfaat. Paling banter dibuat rujak dan itupun dalam jumlah yang sangat kecil.

Kebiasaan bikin rujak ini pula yang kemudian ia kemas ke dalam botol. Setelah menjalani berbagai proses yang steril, jadilah Rujak Tibah yang kini sudah beredar.

Produk khas Bali yang layak disejajarkan dengan Soju

Sayangnya, untuk saat ini beliau masih kesulitan dengan pemasaran. “Saya masih belum tahu bagaimana produk kami bisa menjangkau masyarakat luas. Untuk sementara kami bermain di event – event lokal seperti acara pernikahan atau upacara agama,” papar Made.

Terbilang lumayan. Setiap ada upacara agama, termasuk pernikahan, beliau berhasil mendistribusikan produknya hingga ratusan botol per event. “Pasti habis, dan biasanya Rujak Tibah yang duluan habis,” tutupnya optimis.[SWN]

Related Posts

One thought on “Berawal dari Soju Korea, Lahirlah Teh Beras Merah di Tabanan

Leave a Reply