
TABANAN — Surya Dewata
Pengurus Federasi cabang olahraga Savate (FSI) Provinsi Bali bersama Pengurus cabang FSI Tabanan, melaksanakan kunjungan kerja di Politeknik Internasional Bali dan kawasan destinasi wisata Nuanu Tabanan.
Kunjungan kerja dalam rangka persiapan rapat kerja nasional (Rakernas) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang akan digelar, difokuskan di dua lokasi, yaitu Politeknik Internasional Bali dan destinasi wisata Nuanu Tabanan, Bali.
Rombongan Federasi Savate Bali, didampingi Ketua KONI kabupaten Tabanan, I Made Nurbawa, kunjungan ini untuk meninjau kesiapan venue, akomodasi atlet, serta dukungan sarana pertandingan. PIB dipilih karena memiliki fasilitas olahraga indoor yang representatif dan akses yang mudah bagi para peserta kontingen dari berbagai daerah.
Setelah dari PIB, tim kemudian bertolak ke kawasan destinasi wisata Nuanu Tabanan, pembahasan difokuskan pada konsep pembukaan Kejurnas yang dikemas dengan unsur budaya dan pariwisata. Nuanu yang dikenal sebagai kawasan kreatif dan wellness itu dinilai cocok untuk menarik perhatian publik sekaligus memberi pengalaman berbeda bagi atlet dan official.
Fokus pembahasan kunjungan ini terkait Venue pertandingan, pengecekan lapangan, lighting, dan standar keamanan sesuai aturan Federasi Savate Internasional. Akomodasi dan transportasi, koordinasi hotel, shuttle, serta titik kumpul untuk para kontingen. Rangkaian Rakernas dalam agenda evaluasi program kerja, pembinaan atlet, dan rencana kerja kalender nasional 2026-2027.
Konsep Kejurnas, pembukaan di area terbuka PIB dan Nuanu berkolaborasi dengan seniman lokal serta pelaku UMKM diwilayah Tabanan.
Ketua Federasi Savate Indonesia, (FSI) Provinsi Bali, Rolly Polandos, S.H, didampingi Ketua Federasi Savate Indonesia (FSI) Tabanan, Romanica Anggela Intanisari, S.Sos., M.M, Ketua Panitia Pelaksana, Daniel Panjaitan, dan bendahara umum FSI, Chandra Adhi Pradana, S.E., M.T., M.M, menyampaikan, Rakernas dan Kejurnas Savate tahun ini ditargetkan menjadi ajang seleksi par atlet untuk menuju kejuaraan Asia Tenggara. Dengan menggandeng PIB dan Nuanu, diharapkan Rakernas dan Kejurnas ini tidak hanya berorientasi dengan prestasi, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi daerah khususnya sebagai tuan rumah kabupaten Tabanan.
“Kami ingin Kejurnas kali ini punya identitas. Bertanding di Bali dengan latar budaya dan alamnya, hal itu dinilai sangat positif dan kompetitif untuk Savate Indonesia. Untuk kejuaraan Nasional Savate 2026 ini akan diikuti kurang lebih sebanyak 30 perwakilan Provinsi yang ada di Indonesia. Target kami sekitar 300-400 peserta atlet yang akan mengikuti Kejurnas Savate 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, kejurnas Savate 2026 merupakan ajang prioritas. Sebelumnya satu bulan menjelang Kejurnas juga akan digelar Kejuaraan tingkat Provinsi di GOR The Best Tabanan. Para atlet dari Bali yang menjadi juara di Kejurprov nantinya akan mewakili Bali di Kejurnas.
“Kami sudah mantap 90 persen dan kami sangat siap dalam mempersiapkan untuk digelar kegiatan ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rolly Polandos berharap pelaksanaan Kejurprov maupun Kejurnas ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga dapat berkolaborasi dengan sektor pariwisata.
“Kami hadir di Bali, kami ingin memperkenalkan Bali. Bagaimana antara sport dan pariwisata bisa berkolaborasi bersama. Kami ingin menyampaikan bahwa tourism juga bisa berkesinambungan dengan sport, jelasnya.
Sementara itu, Ketua Federasi Savate Indonesia (FSI) kabupaten Tabanan, Romanica Anggela Intanisari, S.Sos., M.M, menambahkan, saat ini Savate Bali fokus pada pembinaan atlet usia dini. Dari yang sebelumnya atlet didominasi profesional, kini pembinaan dimulai dari usia 8. Di Savate sendiri terdapat dua Style pertandingan, yaitu Assaut dan Combat, terangnya.
“Pemerintah daerah Tabanan melalui Ketua KONI juga sangat mendukung serta menyambut baik rencana kegiatan event tersebut. Sedangkan pihak PIB dan pengelola Nuanu menyatakan siap mendukung dari sisi venue outdoor, perizinan, hingga promosi wisata selama event berlangsung. Dan tentunya kami juga berharap kepada para pihak yang siap mendukung atau sponsorship, baik dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD, serta perusahaan Swasta pada umumnya, kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk dapat bekerjasama dalam mensukseskan event kejurnas cabor Savate 2026 yang akan kami gelar,” imbuhnya.
Jadwal pasti Rakernas dan Kejurnas masih dalam tahap finalisasi. FSI Bali dan panitia menargetkan pengumuman resmi terkait pelaksanaan Rakernas dan Kejurnas tersebut akan disampaikan setelah rapat internal yang akan gelar.
