
DENPASAR – Surya Dewata
DPD Partai Demokrat Provinsi Bali merayakan puncak HUT ke-25 Partai Demokrat di Denpasar, Rabu (9/9/2026).
Momentum usia perak ini diwarnai aksi lingkungan Gerakan Langit Biru, penegasan komitmen politik kerakyatan, serta tradisi budaya lokal.
Perayaan berlangsung sederhana namun khidmat sekaligus semarak di halaman Kantor Sekretariat DPD Partai Demokrat Provinsi Bali.
Acara dihadiri jajaran sesepuh pendiri partai di Bali, pengurus DPC lintas kabupaten/kota, pimpinan organisasi sayap, organisasi kemasyarakatan, serta kalangan insan pers.
Puncak syukuran ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan kue tart secara simbolis bersama para undangan.
Suasana kian meriah saat pelepasan balon gas berwarna biru ke udara serta pementasan kesenian tradisional Bondres yang mengocok perut kader dan tamu yang hadir.
Dua Bulan Aksi Nyata Gerakan Langit Biru di Seluruh Bali
Ketua Panitia HUT ke-25 Partai Demokrat Bali, A.A. Kartika, melaporkan bahwa agenda perayaan tahun ini dirancang berbeda dari sekadar seremoni internal.
Berlandaskan mandat partai dengan 53 personel kepanitiaan, Demokrat Bali menggelar agenda maraton selama hampir dua bulan penuh sejak 10 Juli 2026.
”Tema kita adalah ’25 Tahun Partai Demokrat Bersama Rakyat’. Ini bukan slogan semata, melainkan wujud kesetiaan dan komitmen kami untuk terus mengawal aspirasi masyarakat menuju keadilan dan kemakmuran,” kata A.A. Kartika dalam laporannya.
AA. Kartika menjelaskan, kerja kepartaian selama dua bulan terakhir diterjemahkan secara konkret melalui kepedulian ekologis dan kerja sosial di lapangan:
Konservasi Sumber Daya Air dan Hutan: Aksi bersih danau di Danau Beratan Bedugul (Tabanan) dan Danau Tamblingan (Buleleng), penanaman pohon di kawasan Pura Rambut Siwi (Jembrana) dan Pantai Jasri (Karangasem), hingga penghijauan di Kintamani, Bangli.
Pelestarian Satwa Liar yang dilindungi :
Pelepasliaran burung endemik di Desa Kedisan, Bangli, serta translokasi tukik penyu di pesisir Pantai Gianyar.
Bakti Sosial dan Budaya: Aksi donor darah yang berhasil menghimpun 25 kantong darah, anjangsana panti asuhan, kerja bakti di situs sakral Pura Goa Lawah serta Pura Dalem Kahyangan Denpasar, hingga parade hias jukung nelayan.
ia menegaskan bahwa pembiayaan rangkaian kegiatan panjang ini murni ditopang oleh kas internal DPD serta gotong royong sukarela kader di Bali.
Amanat Ketum: Membaca Arah Konsolidasi di Tengah Dinamika Politik
Di tengah kemeriahan acara, Bendahara DPD Partai Demokrat Bali, Utami Dwi Suryadi, tampil ke podium membacakan pidato amanat resmi Ketua Umum DPP Partai Demokrat.
Momentum 9 September ini sekaligus menjadi penghormatan bagi hari lahir Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Membacakan pesan Ketum, Utami menyoroti pentingnya refleksi atas perjalanan panjang partai sejak didirikan pada 2001 hingga menginjak usia 25 tahun pada 2026. Menurutnya, dinamika elektoral nasional telah menguji ketahanan partai dalam berbagai fase pemerintahan.
”Dua puluh lima tahun bukan waktu singkat. Kita pernah menang, pernah pula kalah, merasakan manisnya berada di dalam kekuasaan maupun ujian di luar kekuasaan. Namun semangat pro-rakyat tidak boleh padam,” ucap Utami membacakan amanat.
Amanat tersebut menggarisbawahi tiga pilar perjuangan seperempat abad partai: memajukan perekonomian rakyat kecil, menegakkan kepastian hukum yang berkeadilan, serta mempertahankan etika demokrasi.
”Partai Demokrat lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Kader di Bali harus terus turun ke akar rumput, peka mendengar jeritan warga, serta hadir membawa solusi nyata, bukan sekadar janji politik,” imbuh Utami menegaskan instruksi pusat.
