Kolaborasi Pasraman Taman Dharma Kerti Lukluk Dengan Anthopila Studio Buat Film Bawah Atas

Badung, SuryaDewata

Proses pembuatan film Bawah Atas kolaborasi Pasraman Taman Dharma Kerti Lukluk dengan Anthopila Studio, dalam menggarap film pada umumnya, menceritakan tentang peradaban sosial dan budaya di Provinsi Bali, Kabupaten Badung, Kecamatan Mengwi, Kelurahan Lukluk terkait dengan tema “KETIMPANGAN SOSIAL DALAM HUBUNGAN ASMARA”, Sabtu (08/01/2022)

Pembuatan film seperti kita kenal hampir diseluruh dunia termasuk di Indonesia, apalagi beberapa belahan negara lain, rumah-rumah produksipun tak sedikit jumlahnya, apalagi dunia perfilman begitu banyak menjamur dimana-mana, baik nasional dan juga di dunia internasional.

Begitu globalnya, namun demikian setiap produser ingin menunjukan ciri khas masing-masing dalam garapannya pada produksi film itu sendiri.

Seperti halnya yang kita kupas dan ulas disini adalah produksi film menceritakan suatu kesenjangan/ketimpangan sosial dalam hubungan asmara dari kultur adat istiadat dan budaya di suatu tempat, dalam hal ini krama Bali, mengenai dua anak muda-mudi sedang dimabuk asmara, korban dari ketimpangan-ketimpangan sosial dalam hubungan tersebut di keluarga maupun masyarakat yang sangat berefek pada budaya lokal, dalam hal ini Provinsi Bali.

Ida Bagus Made Wirama, SE., M.Pd.H., selaku sponsor Yayasan Pesraman Taman Dharma Kerti  sekaligus juga sebagai Direktur UD. Dharma Aditya mengatakan bahwa, dengan diproduksinya film ini, ia sangat mengapresiasi dan mensupport sekali atas garapan film Bawah Atas, yang dipelopori oleh pemuda-pemudi Desa Lukluk, ini juga untuk mengangkat nama Kabupaten Badung dalam dunia perfileman, untuk menambah bibit-bibit generasi muda dalam karya filem ekspiramental inovatif yang di sutradarai oleh Ida Bagus Gede Darma Putra (Gus Darma) dan sekaligus penulis.

” Harapan saya kedepan generasi muda Pasraman bisa ikut bersaing ditingkat daerah maupun Internasional, disamping revolusi digital. Perkembangan dan perubahan perfileman ada dua pilar yaitu pengetahuan teknologi dan juga estetika cinema itu sendiri ,” ujarnya.

Dikesempatan lain Ketua Pesraman Non Formal (PNF) Taman Dharma Kerti Lukluk Ida Ayu Putu Utami Dewi, S.Pd., M.Pd.H., ibu tiga anak ini mengatakan, didalam kegiatan pembuatan film oleh generasi muda Pesraman, sungguh sangat luar biasa sekali, dan saya selaku Ketua memberikan ijin buat anak-anak muda pada garapan film mereka dengan judul Bawah Atas, dimana temanya terkait dengan ketimpangan sosial dalam hubungan asmara dua insan. Saya sangat salut dengan kreatifitas dan inovasif yang positif ada pada mereka karena selama pandemi covid-19 ini masih bisa kreatif, mereka punya ide-ide cemerlang dan gagasan, tema yang luar biasa sekali. Saya selaku Ketua sangat berterima kasih sekali kepada sponsor, yang disponsori oleh UD. Dharma Aditya terutama Direkturnya Ida Bagus Made Wirama, S.Pd., M.Pd.H., yang mana beliau mensupport dan mendukung penuh kegiatan ini, sehingga terlaksanalah produksi film pada hari ini, “kata Ketua.

Lebih lanjut, kami inginkan di Kelurahan Lukluk para generasi muda selalu berkreatif dalam perfileman, dimana saya juga gemar dan hobi film dari kecil. Mungkin saja darah hobi saya turun pada Gus Darma putra pertama kami. Dengan adanya pembuatan film ini, generasi muda Pesraman dapat mengambil hal-hal yang positif dan sudah barang tentu akan memperoleh hal positif pula di kemudian hari. Sejalan dengan perkembangan jaman teknologi digital, anak-anak diharapkan lebih maju cara berpikirnya lagi, dan berwawasan luas.

Semoga harapan kami dapat difasilitasi oleh Pemda Badung, dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Mudah-mudahan bisa memfasilitasi diskusi, eskusi, dan solusi pemecahan masalah-masalah yang terjadi selama ini. Ini merupakan suatu pendidikan karakter, nilai budaya, dan pelestarian budaya tetap di jaga selalu dengan tekun dan optimis serta disiplin, “imbuh Ketua.

Disisi lain selaku penasehat UD. Dharma Aditya yaitu Ida Bagus Ketut Suarjana, S.Fil., menuturkan bahwa Pasraman Taman Dharma Kerti Kelurahan Lukluk, Mengwi, Badung, ia sangat antusias dan mendukung salah satu kreasi anak muda untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) didunia perfileman.

Harapan kami sebagai penasehat khususnya kegiatan ini bisa terus menjadi motivasi anak muda Bali, anak muda Hindu, adalah anak muda yang betul-betul memiliki wawasan budaya yang modern, di dunia 3 dimensi didalam teknologi, agar tidak bisa merubah peradaban budaya krama Bali, “tuturnya.

Sementara, sutradara/director filem Bawah Atas Ida Bagus Gede Darma Putra, panggilan akrab hari-hari disapa “Gus Darma”. Dalam penjelasannya untuk memproses produksi garapan film tersebut, merupakan filem ekspiramental. Sebelum lanjut, saya ucapkan terima kasih kepada Yayasan Pesraman non formal Taman Dharma Kerti yang sudah mensupport kegiatan ini dengan sangat baik. Tak lupa pula kepada teman-teman Anthopila Studio yang telah membantu proses produksi film Bawah Atas dengan sangat kolaboratif, dalam kegiatan pitakarya ini.

Terima kasih kepada Kelurahan Lukluk beserta pihak keluarga besar Griya Gede Taman Lukluk yang sudah bersedia memberikan ijin lokasi shooting, dan juga orang tua sudah turut serta hadir mengikuti kegiatan serta rekan-rekan media yang sudah meliput proses pembuatan film ini, “ucapnya.

Lebih lanjut Gus Darma menjelaskan pembuatan film ini sebenarnya terinspirasi dari acuan pandemi Covid-19, saat dimana ada ketimpangan-ketimpangan sosial masyarakat, baik berawal dari keluarga dan lain sebagainya. Jadi film ini mengangkat ketimpangan sosial, dimana berada dalam sebuah hubungan, kemudian mengakibatkan suatu keraguan dari hubungan tersebut, “jelasnya.

Lebih dalam, Gus Darma tegaskan bahwa filem ini bercerita tak secara naratif, namun film ini akan disimpulkan oleh para penonton nantinya.

Jadi kami harapkan film ini bisa menjadi sebuah gebrakan, terutama di Kabupaten Badung sendiri, karena perfilman di Badung belum terjamah dengan baik. Dengan adanya proses produksi kecil-kecilan ini dapat dilirik oleh pemerintah lalu dapat membangun dan membakar jiwa perfilman yang ada di Badung khususnya, dan sekaligus bisa mengembangkan perfilman itu sendiri, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, “tegasnya.

Kemudian untuk mendistribusikan film ini nantinya akan didistribusikan ke beberapa kancah festival film nasional dan Internasional. Adapun dinasional seperti Festival Film Indonesia (FFI), Jakarta Film Week (JFW), dan untuk go internasioanal seperti Europe On Screen (EOS), kemudian ada Busan Internasional Film Festival (BIFF), dan banyak lagi lainnya.

Dan kami harap film ini bisa menembus Festival Internasional juga. Sekian dari kami, saya sebagai sutradara dan produser beserta crew yang terlibat mengucapkan banyak terima kasih, “pungkas Gus Darma.

Film ini bisa dilaksanakan karena hasil buah karya tangan-tangan terampil dan proses produksi melibatkan  crew diantaranya;
Producer : @Gusdarma.
Scenario/Director : @Gusdarma.
Dop : @⁨Steven Nathan. ⁩
Behind The Scene : Juanda Putra.
Line Produce : @⁨Koming.
Production Ass. : @⁨Deva.
Penata Koreografi : Gusmanblega.
Penata Artistik : @⁨Rival.
Ass Sutradara : @⁨Kelvin⁩.
Gaffer : @⁨Surya Sogi.
Best boy : @⁨Leo.
Music Compose : @⁨Wibi & @Bagas.
Ass Camera : Putu Budi.
Make Up : Koming budi.

Dipenghujung akhir sebagai penutup kegiatan tersebut Pelingsir Griya Gede Taman Lukluk yakni Ida Pedanda Putra Pasuruan pada prinsipnya ia memberikan doa restu terhadap kegiatan perfilman yang dilaksanakan oleh Gus Darma dan kawan-kawan, karena itu adalah suatu hal yang positif, kemudian Purna Bhakti dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung pada tahun 2000 ini, selalu mendorong dan memberikan semangat mutlak kepada cucunya dalam penggarapan filem tersebut, baik moral maupun spritual.

Harapannya ialah khususnya kepada generasi muda, janganlah bosan-bosannya dan lelah untuk berkarya pada hal-hal yang positif, agar tepat guna, tepat sasaran bagi masyarakat pada umumnya, dan terkhusus kepada krama Bali. Beliau katakan yang tua-tua hanya bisa berikan petuah-petuah sesuai dengan peradaban adat istiadat budaya krama Bali, itu yang paling prinsip. Selamat berkarya wahai generasi muda harapan bangsa dan raihlah kesuksesan di masa depan, “tutupnya.
(AR)

Related Posts

Leave a Reply