Pengukuhan dan Pelantikan Prajuru Desa Adat Tarukan, Kembangkan Pariwisata Berbasis Desa Adat.

Gianyar, Surya Dewata

Upacara pengukuhan dan pelantikan Prajuru Desa Adat Tarikan, desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar dilaksanakan di Pura Puseh Tarukan pada hari Sabtu, 18/12/2021

Pada upacara tersebut Petajuh Majelis Desa Adat Madya Gianyar Wayan Ambon Antara melantik 5 Prajuru masa bakti w021 – 2026, yaitu: Bandasa Adat I Wayan Koming Artana, Petajuh I Dewa Putu Sudarsana , Panyariken IMade Lanus Patengan I Wayan Susila, Juru Arah 
I Made Gerit Yasa

Sesuai Surat Keputusan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Nomor: 262/5KP/MDA-PBali/XII/2021 yang ditetapkan di Bali pada Rabu (Buda Kliwon, Wuku Pahang), 15 Desember 2021

Pada cara tersebut Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta menjelaskan kami atas nama pimpinan dan pemerintah kabupaten Gianyar  sangat mengapresiasi tokoh – tokoh desa adat Tarukan yang telah menelorkan Bendesa anyarnya dengan aman, nyaman dan tentram tidak ada gejolak atupun gesekan.

” Ini salah satu yang patut ditiru oleh desa lain sehingga program desa adat bisa berkesinambungan artinya model ini bisa diterapkan di desa – desa lain bahwa pemilihan desa berjalan seperti sekarang ini ,” ucapnya

Diharapkan kepada Prajuru yang baru dilantik bisa bekerja sesuai dengan aturan atau awig – awig dan perarem dan bila ada permasalahan kita selesaikan dengan duduk bersama.

Bendesa adat yang baru dilantik I Wayan Koming Artana mengatakan bahwa apa yang sudah dikerjakan oleh Bendesa adat yang lama semoga bisa dilanjutkan dengan dukungan dari Krama desa adat disaat jaman globalisasi sekarang ini

” Kami akan lanjutkan program lama yang belum selesai yaitu gudang dan penyosohan beras, adat istiadat masalah pengabenan mengikuti tradisi adat seperti sekarang ,” jelasnya.

Sementara Prajuru Petajuh I Dewa Putu Sudarsana menjelaskan selaku Petajuh wakil Bendesa Tarukan pertama secara kelembagaan mendukung dalam arti membantu tugas – tugas Jero Bendesa,
ke dua apa yang sudah diserahkan dalam pelantikan ini ada program yang belum berjalan atau tuntas akan dilanjutkan berkaitan lembaga – lembaga baru dalam membantu mengurangi beban masyarakat karena tanpa financial yang bagus program tidak akan berjalan

” Badan usaha milik adat perlu dikembangkan dan ditingkatkan sehingga memiliki manfaat lebih.
Intinya kita harus jujur, iklas berjalan dengan dengan kebenaran ,” tegasnya

Bidang usaha yang dikembangkan sesuai dengan potensi desa adat Tarukan seperti expansi dari pada pariwisata seperti Ubud dimana dilintasi jalan negara menuju istana Tampaksiring itu akan memberi dampak positif untuk pariwisata

Kita akan mengembangkan pariwisata berbasis desa adat termasuk subak dan petani ada didalamnya.

Sinergitas dengan pemerintah desa di era demokrasi bisa memberikan pendapat baik secara lisan ataupun tulisan, selama kita ngayah prinsipnya seperti sebuah gelas kosong yang siap diisi oleh Krama adat atau siapapun dengan terbuka dan disaring apa yang sesuai untuk membangun desa adat secara
bersama – sama

Terkait pariwisata seperti sekarang ini dampak pandemi sangat parah dimana Gianyar juga dihidupkan  dari hasil pariwisata hotel dan restoran ke depan masyarakat memberi dukungan untuk PAD untuk kita minta kepada Pemkab maupun Pemprov memberikan atensi kalau kita di desa mengembangkan desa dengan berbasis desa adat, bukan hanya berbasis kepada dinas karena wewengkon desa memiliki konsep Tri Hita Karana (Pariangan, palemahan dan pawongan) artinya ketika adat memiliki sumber energi berbasis ekonomi akan kembali ke Pariangan itu sendiri.

Related Posts

Leave a Reply