Seperti Apa Sensasi Anak Tangga Menuju Bidadari Waterfall?

Bidadari Waterfall (BW). Foto: IG official HJ

SuryaDewata[Badung] – Perjalanan menuju Bidadari Waterfall (BW) boleh dikata cukup menantang. Namun, air terjun yang letaknya di kawasan wisata Happiness Jungle (HJ) ini patut diprioritaskan, karena setiap kelokan anak tangganya memiliki sensasi tersendiri.

Awalnya Anda akan melewati jalan setapak, kombinasi coral, tanah dan batu padas. Ada saatnya Anda akan melewati beberapa rumpun Bambu. Setelah berjalan sekitar 250 meter dari areal tenda, Anda akan menuruni setidaknya 238 anak tangga. 21 diantaranya merupakan anak tangga batu padas, 133 tangga beton, dan, yang paling bawah – depan air terjun, terpampang kokoh tangga besi berjumlah 57 anak tangga.

Sejatinya, perjalanan menelusuri anak tangga inilah surga sesungguhnya yang ditawarkan BW. Tangga yang dibangun di lereng sungai ini tampak alami. Seluruh bidangnya ditumbuhi lumut dan berbagai tumbuhan air lainnya. Di beberapa titik bahkan tampak seperti hamparan karpet yang digelar pada posisi miring.

Anak tangga dengan rembesan kanopi airnya yang segar

Faktor sensasi lainnya dari tangga terjal ini yaitu air. Entah karena musim hujan, dinding tangga sangat basah dan airnya mengalir di jalur tangga itu sendiri. Pada bagian dinding yang menjulang menimbulkan rembesan air layaknya tetsan kanopi di depan rumah saat hujan. Airnya sangat segar dan kami sempat meminumnya karena penasaran. Syukurlah, tidak ada reaksi buruk setelahnya, misal sakit perut. Artinya air tersebut relatif aman untuk dikonsumsi. Bagi kami air pegunungan dalam kemasan kalah jauh dengan yang ini.

Air terjun mulai tampak saat memasuki pertengahan jalan. Tapi gemuruh airnya terdengar sejak awal kaki melangkah melewati rumpun Bambu.

Barulah kemudian air terjun itu tampak kian jelas ketika melangkah pada ujung teratas tangga besi. Bagian ini dibuat agak lebar layaknya balkoni hotel, sehingga memungkinkan untuk jeprat – jepret ke berbagai arah.

Ternyata areal air terjun ini berbentuk melingkar: di sebrang, arah jam 12 adalah sumber kucurannya; di arah jam 4 merupakan arah aliran sungai; antara arah jam 12 hingga jam 4 merupakan lereng yang sangat terjal. Ada juga terilhat bekas longsor yang masih segar. Artinya, longsor baru terjadi beberapa hari lalu; kemudian antara arah jam 12 hingga tempat Anda berdiri merupakan lereng yang agak cekung. Disepanjang lereng ini pula terdapat rembesan air. Di beberapa titik rembesannya sangat halus. Hanya saja, pada bagian pertengahan tangga menuju sungai rembesannya agak deras, dan jatuhnya pas di jalur tangga. Jadi, hati – hatilah dengan barang bawaan, terutama gadget.

Tangga terakhir di depan BW. Foto: IG official HJ

Setelah sampai di sungai barulah Anda menyadari jika areal BW ini ternyata cukup luas. Kemungkinan mencapai spertiga lapangan Bola, dan hanya sebagian kecil yang dilalui air.

Ada tonggak beton dibagian tengahnya, yang konon digunakan untuk mobilitas perahu karet (rafting). Dari sini Anda bisa menyaksikan keindahan BW secara lengkap.

Kami dibuat termenung beberapa menit disini, betapa Tuhan Maha Agung karena telah menciptakan alam yang indah ini. Rasa syukur kami kian meninggi sepulang dari BW. Tangga yang menjulang di depan mata bukan lagi tantangan. Kami bahkan tidak sabar untuk kembali melaluinya, guna mendapatkan sensasi rembesan tadi.[SWN]

Related Posts

Leave a Reply