Sidang Perkara Tanah Pura Dalem Desa Adat Kelecung, Saksi Tergugat 1 Nelayan Bebali Jelaskan Penguasaan Tanah Sengketa Oleh Masyarakat Kelecung

Tabanan – Surya Dewata

Persidangan lanjutan tgl 11 Desember kesempatan Tergugat I (Pura Dalem DA Kelecung) menghadirkan dua orang saksi dari Desa sebelah Bebali yang adalah Nelayan musiman dan telah sejak kecil ikut melaut dengan orang tuanya yang biasanya dilaksanakan sekira sasih keenem.

Dengan lugas dan tegas serta tanpa keraguan menjelaskan tentang bagaimana situasi di tanah sengketa sejak dahulu yang mereka ketahui ditempati/dikuasi oleh nelayan dari kelecung dan bebali dan beberapa dari Tegalmengkeb.

“ Disana terdapat bangsal jukung dan pondok penguyahan/Pondok petani garam” jelasnya

Disamping itu juga mejelaskan tentang jalan Munduk Taman dan adanya upacara mulang pekelem sasih keenem di sekitar lokasi tanah sengketa dan menjelaskan apabila tanah sengketa memaang sejak dahulu dikuasai oleh desa adat kelecung hingga sekarang dan sekrang ini dipergunakan sebagai parkir dan tempat beberapa pondok/kios milik warga kelecung yang dibangun oleh Desa Adat.

Saksi ini menerangkan tentang situasi dan penguasaan tanah sengketa sejak dahulu oleh Krama Desa Adat Kelecung.

Kami sebagai tim Kuasa Hukum Turut Tergugat (Perbekel) merasa terbantu dengan saksi-saksi ini Dimana klien kami (Perbekel Desa Tegalmengkeb) yang menandatangani dokumen PTSL dan Sporadiknya pun sependapat dan berpendapat memang penguasaan terhadap tanah sengketa telah dilakukan dengan etikad baik oleh Warga Kelecung, mulai dari nelayan, petani garam dan masyarakat sehingga akhirnya merekalah yang paling berhak memohon sertipikat terhadap tanah kosong tersebut dan Penggugat memang tidak pernah menguasai tanah sengketa sejak dahulu yang dibuktikan dengan mebuat pembatas, tidak pernah terlibat di tanah sengketa dalam kegiatan apapun, ini menjadi Fakta Persidangan.

Ini sekaligus mematahkan kesaksian saksi-saksi dari Penggugat tentang Nista mandala Pura Taman milik Penggugat. Gugatan ini kan atas nama pribadi, tetapi ditengah tengah persidangan saat pembuktian tiba-tiba menjadi masalah Druwe Pura Taman, awalnya konon sengketa waris, sengketa kepemilikan berdasarkan waris, tetapi kini arahknya berubah menjadi sengketa druwe pura taman, ini kan lucu jika sampai gugatan mereka dikabulkan.

Tiba tiba menjadi sengketa tanah druwe pura itu mengada-ada karena kenyataannya sertipikat mereka yang terbit bersamaan dengan SHM Pura dalem tahun 2017 nyata-nyata atas nama Pribadi empat orang ahli waris Gusti Ketut Bagus.

Related Posts