SMKN 4 Bangli mengikuti Akreditasi secara online, Awali Dari Pembenahan Fisik Sekolah yang Representatif

Bangli – Surya Dewata

Menumbuhkan minat bersekolah di SMKN 4 Bangli diawali dengan pembenahan fisik sekolah yang sekarang ini terlihat beda dengan yang dulu, setelah itu dilanjutkan ke faktor lain seperti pelayanan siswa, mutu guru serta kualitas lulusan siswa

Kepala Sekolah SMKN 4 Bangli, I Wayan Suparta mengatakan ruang belajar itu ruang kelas baik disekolah maupun diluar sekolah, seperti tempat praktek di tempat wisata Penglipuran.
Kalau dihitung semuanya kami hampir memiliki 27 ruang belajar baik disekolah dan luar sekolah.

Terkait kuota yang terisi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini cuma terisi 60% dimana kuota 150 terisi cuma 80 siswa.
Sekarang total siswa di SMKN 5 Bangli sebanyak 306 siswa.

” Saya menjadi Kepala Sekolah disini baru 1 tahun. Banyak yang perlu pembenahan terutama fisik sekolah kurang memadai , membuat siswa ataupun orang tua siswa berpikir bersekolah disini ,” jelas I Wayan Suparta di ruang kerjanya, Selasa 06/09/2022

Terkait hal tersebut kami berusaha menarik minat siswa bersekolah di SMKN 4 ini dimulai dari pembenahan fisik, sekarang ini fisik sekolah sudah berbeda dengan dauhulu jadi lebih reprentatif dan sudah hampir selesai tinggal sedikit penataan halaman.

Fasilitas praktekpun sedikit demi sedikit sudah mulai agak lengkap sebagai pendukung tempat praktek.

” Siswa kami lebih banyak praktek di luar sekolah atau terjun langsung ketempat usaha atau wisata yang tidak jauh dari sekolah dengan tujuan teori yang didapat disekolah langsung dipraktekkan di lapangan sehingga siswa lebih memahami dunia kerja yang sesungguhnya ,” terangnya

Dengan kondisi fisik sekolah yang representatif diharapkan menumbuhkan minat siswa untuk bersekolah disini dengan diimbangi mutu guru dan kualitas lulusan sekolah memiliki daya saing pasti harus ditingkatkan, sehingga mampu menjawab tantangan dan tuntutan lapangan pekerjaan

Dari sisi prestasi menjadi perhatian khusus agar nantinya siswa mampu mandiri maupun siap bekerja di berbagai bidang perusahaan sesuai visi SMK mencetak siswa yang mampu berkompetisi seiring tuntutan jaman.

Begitu pula sesuai program serta kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Merdeka Belajar episode kedelapan bertajuk SMK Pusat Keunggulan yang ditujukan untuk menjawab tantangan dalam rangka pembenahan kondisi SMK saat ini, agar semakin sejalan dengan kebutuhan dunia kerja.

” Terkait Akreditasi dari pihak Badan Akreditasi Sekolah (BAS) kami sudah mengirimkan semua dokumen yang diperlukan melalui online dan sekarang ini masih berproses tinggal menunggu hasilnya ,,” jelas
I Wayan Suparta

Related Posts