
Tabanan – Surya Dewata
Federasi Savate Indonesia (FSI) Tabanan Gelar Latihan Bersama dengan peserta dari 9 kabupaten kota se Bali, hari Selasa 30/06)2026 di GOR TDebes Tabanan
Di Indonesia, olahraga ini berada di bawah naungan Federasi Savate Indonesia (FSI). Olahraga ini semakin populer dan dipertandingkan di berbagai ajang resmi tingkat daerah hingga nasional, serta disiapkan untuk sasaran multi-event bergengsi seperti PON Beladiri.
Untuk mengetahui dasar-dasar Savate dengan cepat, berikut adalah atribut penting dari olahraga ini:
Penggunaan Sepatu: Satu-satunya olahraga bela diri yang mengharuskan atau memperbolehkan penggunaan sepatu khusus (chaussons) untuk menyerang dan bertahan.
Teknik Pukulan: Menggunakan pukulan bergaya tinju Barat (hook, uppercut, jab).Teknik Tendangan:
Hanya diperbolehkan menggunakan kaki (tendangan depan, samping, dan memutar) dengan area perkenaan sepatu.
Siku dan lutut tidak diperbolehkan.Gaya Bertarung: Mengutamakan kecepatan, kelincahan, fleksibilitas, dan strategi ketepatan sasaran alih-alih kekuatan mentah.
I Ketut Jagra Sunu selaku Sekertaris Umum KONI Bali memjelaskan yang saya tahu biasanya kalau cabang olahraga lain mereka masih meraba-raba untuk masalah keorganisasian.
Tetapi kalau di Savate ini mereka itu sudah masif bahkan tahun 2025 mereka sudah ikut ke jurnas dan perencanaannya tahun ini bulan November mereka justru sebagai tuan rumahnya ke jurnas setelah itu mereka di sembilan kabupaten kota
Mereka sudah punya kepengurusan dan kita lihat salah satunya yang saat ini sedang berlangsung adalah di Tabanan, itu setelah di Singaraja itu luar biasa
” Kita datang ke sini itu satu tim memang untuk ingin melihat bahwasanya betul kesungguhan teman-teman dari Savate provinsi Bali ,” ucapnya
Olahraga Savate ini ke depan bagi anak-anak muda sangat menjanjikan.
Oleh karena itu kepada para pembina yang mempunyai kepedulian untuk mengembangkan sehingga kita berharap nanti Savate tahun ini sudah diresmikan sebagai member kita sebagai anggota kita dari KONI Provinsi Bali dan sekaligus tahun depan ini kita akan mengadakan Porprov yang ke 17 tahun 2027 supaya Savate itu dieksibisiskan .
Sekarang Savate belum, disahkan oleh KONI, ini sesuatu yang sakral sebenarnya mereka itu disahkan di Rakerprov bulan Juli ini, bulan Juli ini tetapi secara prinsip kita sudah menyetujui karena sudah memenuhi persyaratan ,” ucapnya
Deva Putra Selaku Sekum FSI Propinsi Bali mengatakan tujuan latihan bersama selain untuk penjaringan calon atlet, jadi itu juga untuk siapa tahu ada yang berminat langsung mengikuti kejuaraan atau menambah membership atlet.
Juga sosialisasi ke sekolah-sekolah, siapa tahu para guru-gurunya itu juga, oh ini safety, ini aman dan bisa masuk ke ekstrakurikuler.
Di sembilan wilayah di Bali satu kotamadya delapan kabupaten sudah terbentuk kepengurusan dan aktif ya, bukan hanya terbentuk aja tapi aktif.Aktif dalam artian mereka bisa menyelenggarakan kegiatan baik itu kejuaraan, baik itu sosialisasi dan lain-lain ya.
Lanjut Dewa Putra, Savate itu lahir dari Prancis berasal dari Prancis yang artinya sepatu tua. Jadi ciri khasnya itu tarung, tarung ya tarung fighting ciri khasnya dia penggunaan sepatu, tapi sepatunya itu bukan sepatu biasa yang kayak kita pakai jadi sepatu yang datar dan celana training panjang.
Nah, untuk pembagian kelas dalam pertandingan yang dipertandingkan itu ada tiga; yang pertama body contact, nah body contact yang kedua ada point fighting yang hanya sentuhan saja tanpa power dan yang ketiga seninya yaitu seni tongkat.
Nah, jadi savate itu dipertandingkan dari usia tujuh tahun sampai tujuh belas tahun ke atas.Itu semua ada kategorinya, ada pembagian usia dan berat badan,
Tantangan saat ini karena saya sudah keliling ke semua daerah berbeda-beda semua berbeda.Ada yang mungkin kesulitan dalam pembinaan, bagaimana pencari atlet, nah ada yang juga bingung hal-hal yang lain kayak sponsorship segala macam.
” Kami di Pengprov, saya sekretaris umum dan Pak Roni ketua umum selalu berkoordinasi dengan daerah, apapun kendalanya tolong koordinasi dengan kami di Pengprov karena setiap daerah itu kendalanya berbeda ,” terangnya
Sementara Romanica Anggela selaku ketua Savate kabupaten Tabanan menjelaskan rencana kerja sosialisasi Olahraga Savate di Tabanan membuat peta, jadi kami teman-teman di Savate Tabanan membuat peta di mana beberapa seperti hotel, ballroom, kita sudah lakukan bahwa kami siap untuk mengadakan Kejuprov maupun Kejunas jika diizinkan provinsi, di Kabupaten Tabanan.
” Untuk sementara atlet Tabanan dewasanya, senior kada sekitar tujuh. Kemudian untuk binaan kelas junior dari usia delapan tahun sampai usia dua belas tahun, dari SD itu sudah ada sekitar lima orang dan masih membuka bagi masyarakat warga Tabanan untuk ikut serta, bisa kontak di sekretariat kami atau di Instagram kami, kita latihannya ada di Tabanan Kota ,” jelasnya
Sekum Savate Tabanan , Nyoman Duantara menambahkan
Guna mengembangkan Savate see wkarang ini sedang melakukan sebuah kajian, sosialisasi, pendekatan dan merangkul atlet-atlet yang bisa berprestasi.
” Kita carikan jalan kemana mereka kita arahkan adik-adik yang mempunyai prestasi..Kasihan mereka yang berprestasi tapi terkendala di manajemen biasanya tidak tersalurkan dengan baik ,” ucapnya
