KIA SONET Berpotensi Kacaukan Pasar Compact SUV

SuryaDewata – Denpasar | Penikmat kokpit mewah di kelas 1500 cc bakalan dibuat bingung tujuh keliling. Pasalnya, pabrikan otomotif tanah air melakukan manuver gila – gilaan dalam menggaet calon pilotnya.

Sebut saja Kia Motors, yang memboyong lima varian Sonet sekaligus. Dua varian menganut 5 seat, sementara tiga lainnya dengan 7 seat.

Kunjungan awak Surya Dewata ke dealer resmi Kia, Sabtu 5/2/2022, menguak perbedaan varian Sonet Dynamic dengan versi lengkapnya, Sonet Premier.

Namun, sebelum lanjut, kita akan bahas dulu persamaan keduanya.

Kia Sonet menawarkan posisi mengemudi layaknya SUV. Anda bisa melihat jelas ke arah depan dan samping tanpa terhalang dashboard, yang pada beberapa mobil lain, posisinya agak tinggi.

Soal jeroan tidak perlu ragu. Kia Sonet dijejali dengan mesin Smartstream Gamma II, DOHC, Dual CVVT dan Dual Fuel Injector, dengan kapasitas silinder mencapai 1,497 cc. Mesin cerdik ini mampu memuntahkan daya dorong hingga 115 PS (112,44 dk) pada putaran 6.300 rpm, dengan torsi maksimum 144 Nm pada putaran 4.500 rpm. No wonder, hentakan tenaganya sangat terasa ketika digenjot saat lampu hijau menyala. Padahal unit yang dicoba dari varian Automatic. Oh ya, pihak KIA menyatakan jika varian manual memang kurang diminati di Indonesia. “Kia Sonet manual hanya laku satu unit dari total sekitar 100 yang sudah terjual,” ungkap Ayu, staff penjualan KIA Gatsu Barat, Denpasar.

Atap Kia Sonet sudah dibobok secara resmi guna menyisipkan fitur Sunroof. Fitur ini bisa dibuka secara penuh atau hanya setengah bagian belakangnya saja. Si Kecil Lintang langsung teriak ketika Sunroof terbuka penuh, “Wow, kita bisa melihat bintang,” teriaknya.

Varian Sonet juga dilengkapi dengan beberapa mode mengemudi, yakni mode Sport untuk kecepatan; mode Eco untuk efisiensi bahan bakar saat santai; dan, mode Drive untuk pemakian normal. Untuk jalur curam misalnya, disarankan menggunakan mode Drive.

Selain itu, ada fitur Traction yang berfungsi untuk memberikan cengkraman ideal pada jalur berpasir (kalau di negara barat biasanya bersalju). Fitur ini sangat penting digunakan pada jalan yang tidak mulus. Jadi ibarat mengendarai sebuah SUV dengan fitur 4WD.

Secara sepintas kedua varian Sonet ini susah untuk dibedakan. Namun setidaknya ada enam hal yang membuat Sonet Premier sekitar 25 juta lebih mahal, dan perbedaan terdebut lebih banyak di sektor interior.

Sebagai catatan, Sonet Premier dibanderol dengan harga 330 juta di dealer Gatsu Barat Denpasar.

Yang paling fundamental adalah sektor audio. Ya, Sonet Premier dilengkapi dengan perangkat audio merk Bose. Nenek gerondong sekalipun paham soal kualitas merk ini, apalagi dikombinasikan dengan unit Subwoofer. Menggelegar tapi tetap lembut di telinga. Ini merupakan salah satu faktor kenyamanan yang hampir diperlukan selama mobil tersebut dikemudikan. Karena kita semua latah, ketika masuk mobil maka audio otomatis juga On, apalagi jika audio nya  Oke punya.

Kemudian, dari sektor keamanan ada fitur Airbag (kantong udara). Sonet Premier memiliki fitur ini di enam titik. Artinya, seluruh penumpang diperlakukan adil karena semua kebagian fitur ini. Beda dengan Sonet Dynamic yang hanya dilengkapi dengan dua Airbag saja.

Masih di seputar faktor kenyamanan, jok depan Sonet Premier bisa dibuat sembriwing. Pada cuaca tertentu kadang punggung kita terasa panas, karena sirkulasi udara dingin terhambat oleh rapatnya punggung kita dengan jok itu sendiri. Nah, ketika Anda nyemplak di Sonet Premier Anda tinggal pencet tombol untuk kemudian membuat aliran udara dingin (AC) berhembus dari dalam jok. Alhasil, punggung menjadi segar.

Untuk menjaga privasi dari barang bawaan di bagasi belakang, sebagaimana mobil pada umumnya, Sonet Premier sudah dilengkapi dengan back cover, yang dipasang sejajar dengan jok belakang bagian atas. Fitur ini akan membantu pemandangan dari kabin tetap rapi. Fitur inilah yang tidak dimiliki Sonet Dynamic.

Kita balik ke fitur keamanan lagi, kali ini di sektor ban. Sonet Premier memiliki fitur cerdas yang bisa membaca tekanan ban. Saat tekanannya tidak lagi ideal maka lampu indikator di dashboard akan menyala. Jadi, kecelakaan karena faktor tekanan ban bisa dieliminasi.

Yang terakhir ada di sektor exterior. Fitur ini tidak terlalu berpengaruh, namun bisa dijadikan rujukan untuk langsung paham jika Sonet yang ada di depan mata merupakan tipe tertentu. Ada lis warna silver melintang pada body samping. Sonet Dynamic dibuat polos.

Fitur – fitur cerdik diatas bisa membuat peta persaingan di pasar compact SUV ataupun Crossover akan semakin sengit. Sialnya, siapapun yang sudah mencoba Kia Sonet Premier akan sulit untuk move on.[SWN]

Related Posts

Leave a Reply